Senin, 06 Oktober 2014

Pentingnya Pelatihan kelompok 1 (6102014)

Kaitan Pelatihan Dengan Manajemen Sumber
Daya Manusia
¢Menurut Raymond A. Noe et.al., (2010:5), human resources management (HRM) mengacu pada kebijakan-kebijakan, praktik-praktik, serta sistem-sistem yang mempengaruhi perilaku, sikap, dan kinerja karyawan.

¢Menurut Raymond A. Noe et.al., (2010:64), praktik-praktik MSDM yang mendukung system pekerjaan berkinerja tinggi meliputi seleksi karyawan, manajemen kinerja, pelatihan, perancangan pekerjaan, dan kompensasi.
¢Pelatihan (training) adalah sebuah proses sistematis untuk mengubah perilaku kerja seseorang/kelompok karyawan dalam usaha meningkatkan kinerja organisasi. Pelatihan terkait dengan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan yang sekarang dilakukan. Pelatihan berorientasi ke masa sekarang dan membantu karyawan untuk menguasai keterampilan dan kemampuan (kompetensi) yang spesifik untuk berhasil dalam pekerjaannya.
Peran Pelatihan (Role Of Training)
¢Pelatihan berperan untuk memudahkan seorang pekerja untuk mengisi kekosongan jabatan dalam perusahaan.
¢Meningkatkan prestasi kerja dari karyawan sehingga akan dapat menimbulkan peningkatan upah karyawan.
¢Meningkatkan moril kerja karyawan untuk lebih tanggung jawab terhadap tugasnya.
¢Peran pelatihan juga bisa mencegah atau mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dalam suatu perusahaan sehingga suasana kerja yang tenang, aman, dan adanya stabilitas pada sikap mental mereka.
¢Pelatihan mendorong inisiatif dan kreativitas tenaga kerja.
Analisis Kebutuhan Pelatihan
¢Langkah analisis kebutuhan adalah mengetahui keterampilan kerja yang spesifik yang dibutuhkan, menganalisis keterampilan dan kebutuhan calon yang akan dilatih, dan mengembangkan keahlian khusus yang terukur serta tujuan prestasi.
¢
Pada tahap ini terdapat tiga macam kebutuhan akan pelatihan :
¢General treatment need. penilaian kebutuhan pelatihan bagi semua pegawai dalam suatu klasifikasi pekerjaan tanpa memperhatikan data mengenai kinerja dari seorang pegawai tertentu.
¢Observable performance discrepancies, yaitu jenis penilaian kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada hasil pengamatan terhadap berbagai permasalahan, wawancara, daftar pertanyaan, dan evaluasi/penilaian kinerja, dan dengan cara meminta para pekerja untuk mengawasi (to keep track) sendiri hasil kerjanya sendiri.
¢Future human resources need. Jenis keperluan pelatihan ini tidak berkaitan dengan ketidaksesuaian kinerja, tetapi lebih berkaitan dengan keperluan sumber daya manusia untuk waktu yang akan datang.
Teknik utama menentukan kebutuhan training, terdiri dari :
1.Analisis organisasi
2.Analisis tugas
3.Analisis Individual
4.Analisis prestasi kerja
Tujuan dari Analisis Kebutuhan :
¢Mengidentifikasi keterampilan prestasi kerja khusus yang dibutuhkan untuk memperbaiki kinerja dan produktivitas.
¢Menganalisis karakteristik peserta
¢Mengembangkan pengetahuan khusus yang dapat diukur dan objektif

Sabtu, 04 Oktober 2014

Resume Perkuliahan Manajemen Diklat Senin, 29 Sept 2014

Pelatihan..
Hari senin 29 september 2014 Manajemen Pendidikan 2012 A mendapat materi mata kuliah Manajemen Diklat mengenai pendekatan Pelatihan.. dalam tulisan ini akan dibahas apa yang telah diterangkan dan dibahas di kelas pak Amril dalam mata kuliah manajemen diklat.

Pelatihan menurut pendekatan siapa yang dibantu dibedakan menjadi dua yaitu:
1.       Pelatihan pendekatan Tradisional, dimana pelatihan dengan pendekatan ini masih menganggap bahwa orang yang baru belum pernah kerja dan belum mempunyai ketrampilan sama sekali. Sehingga orang baru ini harus dilatih dari awal seperti orang yang belum mempunyai ketrampilan apa-apa.
2.       Pelatihan dengan pendekatan modern. Pelatihan yang menggunakan pendekatan ini melakukan pelatihan disesuaikan dengan kemampuan orang yang akan bekerja, karena menurut pendekatan ini orang baru tersebut sudah mempunyai ketrampilan sehingga diberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhannya saja dan pelatihan ini untuk perkembangan orang tersebut.
Sasaran pelatihan:
1.       Individual objektif           : Pencapaian Individu untuk memjukan organisasi. Pelatihan yang dilakukan oleh individu yang bertujuan agar organisasinya dapat ikut maju.
2.       Organisasi objektif          : tujuan organisasi didahulukan baru akan memaksa individu untuk memajukan organisasi.
3.       Fungsional objektif        
4.       Sosial objektif                    : berkaitan dengan etika dan tanggung jawab organisasi terhadap lingkungan (social organisasi)
Pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan performance (Knoeladge, Atitude, Skill)
Pelatihan merupakan tentang cara, bagaimana melakukan sesuatu.
Pentingnya pelatihan dan pengembangan:
1.       Membantu pengoptimalan human resource, yang dapat membantu organisasi dan individu
2.       Menyediakan peluang peningkatan secara teknis
3.       Meningkatkan ktrampilan kerja
4.       Memperluasan wawasan ktrampilan, pengetahuan, kepribadian,
5.       Produktifitas
6.       Peningkatan semangat kelompok, sense of teamwork
7.       Belajar membangun budaya belajar
8.       Pekatihan etika, cara bergaul, membangun cara berorganisasi (Budaya Organisasi)
9.       Iklim organisasi, membangun rasa positif dalam organisasi
10.   Kualitas kerja, bagaimana melayani
11.   Meningkatkan lingkungan kerja yang sehat
12.   Karyawan yang baik, hubungan yang baik, atas dan bawahan
13.    Meningkatkan kesehatan dan keselamatan
14.   Morile, semangat
15.   Meningkatkan image
16.   Keuntungan]
17.   Membantu mengembangkan organisasi
18.   Sikap yang lebih baik
19.   Aspek-aspek lain yang dapat mendorong pengembangkan perilaku yang lebih baik.
Pentingnya membuat sasarn pelatihan:
1.       Menyiapkan petunjuk yang jelas
2.       Kompetensi yang harus dimiki peserta pelatihan
3.       Untuk mengukur progress peningkatan
4.       Peserta latihan,
Partisipasi peserta, peserta harus tau tujuannya apa biar merreka semangat mengikuti pelatihan. Pelatihan bukan surprise. Peserta idberi tau tujuan yang jelas dan efek positif yang akan diperoleh.


Senin, 15 September 2014

Resume perkuliahan manajemen Keuangan pertemuan pertama selasa 9 sept 2014

Konsep manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan
·         Finacial decision merupakan keputusan dalam manajemen keuangan untuk melakukan pertimbangan dana analisis perpaduan antara  sumber-sumber  dana yang paling ekonomis bagi perusahaan untuk mendanai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan operasional perusahan.
Kegiatan ini berpengaruh kepada pasiva dan neraca perusahan, yang dimana merupakan capital struktur (modal) perusahaan.
·         Dividen Decision adalah bagian dari keuangan suatu perusahaan yang dibayarkan kepada pemengang saham. Hal ini akan mempengaruhi proposi laba dan laba ditahan (financial structur dan capital structure)
Tujuan dari manajemen keuangan:
1.       Memaksimalkan kesejahteraan pemilik perusahaan.
Dengan adanya manajemen keuangan diharapkan perusahaan dapat berjalan secara terus menerus dan dapat mensejahterakan pemilik perusahaan agar mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.
2.       Menjaga kelangsungan hidup perusahaan (going concern).
Manajemen keuangan juga bertujuan agar perusahaan dapat hidup dan berjalan terus-menerus.
3.       Mencapai kesejahteraan masyarakat sebagai tanggung jawab social perusahaan.
Perusahaan tidak dapat berdiri dengan aik tanpa adanya masyarakat, oleh karena itu perusahaan berkewajiban juga untuk mensejahterakan hidup masyarakat di sekitar perusahaan itu.
Nilai perusahaan:
1.       Nilai perusahaan yang sudah go public tercemin dalam harga pasar saham perusahaan.
2.       Nilai perusahaan yang belum go public nilai terealisasi apabila perusahaan akan dijual (total aktiva dan prospek perusahaan, resiko usaha, lingkungan usaha dll)
Peran penting manajemen keuangan:
1.       Fungsional perusahaan
2.       Posisi manajer keuangan dalam struktur organisasi
3.       Mengembangan karir manajer keuangan
4.       Kesempatan berkarir


Minggu, 14 September 2014

Resume perkuliahan manajemen diklat senin, 8 september 2014

Manajemen Diklat (Pak Amril)
Pelatihan bertujuan untuk menutup gab/kesenjangan antara latar belakang pendidikan individu dalam memenuhi kebutuhan di lapangan.Manajemen pelatihan perlu dimanaje dengan baik agar pelatihan yg dilaksanakan dapt menghasilkan sumber daya manusia yg siap dalam memenuhi kebutuhan di lapangan dengan baik. Dan agar pelatihan itu dapat berjalan secara teratur sesuai dengan tujuan.
Untuk menghadapi era abad 21.. maka persaingan akan semakin ketat. Ada beberapa aspek yg harus dimiliki oleh setiap individu agar dapat berkompetensi di abad 21 nanti.. empat aspek yg utama adalah keperibadian, ilmu, pendidikan dan pekerjaan.
Dalam kompetensi abad 21 tidak hanya dibutuhkan pengetahuan saja tapi ada beberapa aspek yg semestinya dimiliki oleh setiap individu:
1. Pekerjaan dan karir
-       fleksibel dn adaptif
            Seseorang harus dapat fleksibel dan dapat beradaptasi dengan baik dengan      lingkungan sekitar dn pekerjaan yg dijalaninya.
-       Berinisiatif dan Mandiri
Berinisiatif dengan baik dengan pekerjaan yg ada, berinisiatif seperluannya aja jangan terlalu berlebihan karena dapat menimbulkan kecurigaan mempunyai tujuan tertentu. Dalam pekerjaan juga harus mandiri tidak terlalu bergantung denga  orang lain karena setiap orang mempunyai kesibukkannya masih masing.
-       ketrampilan sosial dan budaya
Dapat berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja dan mempunyai ketrampilan budaya sekitar. Karena budaya suatu daerah harus dilestarikan.
-       produktif dan akuntabel
Dapat mengahasilkan sesuatu, berproduktifitas dengan baik dan dapat dipercaya..
-       kepemimpinan dan tanggungjawab
Mempunyai jiwa kepemimpinan dan dapat mempertanggunghawabkan semua yg dilakukannya.
2.    Pembelajaran dan inovasi
-       kreatif dan inovasi
Dalan pembelajaran dibutuhkab jiwa kreatif dn inovasi baru untuk mengemas sedemikian rupa pembelajaran agar tidak membosankan dan dapat membuat pembelajaran menjadi mengasikan.
-       berpikir kritis menyelesaikan masalah
Berpikir kritis dalam pemvelajaran agar dapat menyelesaikan masalah yg dihadapi
-       komunikasi dan kolaborasi
Dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat berkolaborasi dengan orang lain.
3.    informasi, Media dan Teknologi
untuk menghadapi era abad 21 harus mampu memanfaatkan media dan teknologi yang ada untuk mendapatkan informasi yang selalu berubah setiap saat.

Oleh karena itu untuk menghadapi era abad 21 tidak hanya membutuhkan pengetahuan saja tetapi harus mempunyai kreatifitas, berkarakter, bertanggung jawab, kritis dan mampu bersosialisasi dengan baik.

Tuntutan terhadap “Kompetensi SDM”
1.    pengetahuan/wawasan global
konsep yang integrative dan aplikatif. Yang berorientasi kepada solusi, inovasi dan kreatifitas.
2.    Ketrampilan Global
Dapat berkomunikasi dengan multi budaya. Pemanfaatkan teknologi dan informasi yang ada. Pengembangan intelektual, emotional dan adversity skill
3.    Sikap/perilaku
Mempunyai sikap yang dinamis dan fleksibel, inisiatif dan proaktif, inovatif dan kreatif serta dapat mendiri/survive.

3 tuntutan di atas beberapa aspek yang dituntut untuk dimiki oleh sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan di era abad 21.

New entrepreneurial education
Adanya perbedaan anatara pendidikan dahulu dengan pendidikan zaman sekarang, yang dimana peserta didik sekarang dituntut dapat aktif dalam pembelajaran. Berikut merupakan konsep pembelajaran zaman sekarang.
Fokus à Proses (pembelajaran lebih dinilai dari proses peserta didik dalam pembelajaran)
ownership à Student (pembelajaran difokuskan kepada peserta didik bukan kepada guru)
expectations à who & how (peserta didik diajarkan  berpikir bagaimana, sehingga peserta didik dapat berfikir secara mendalam)
leadership à facilitator (pendidik sebagai fasilitator dalam pembelajaran)
mistakes à learning tools (kesalahan merupakan cara untuk belajar dan untuk memperbaiki)
classes à flexible
emphasis à doing (dilakukan dan dikerjakan)

peserta didik dituntut untuk aktif dalam pembelajaran agar dapat memenuhi pilar pendidikan unesco (To know, to do, to live together, to be) dan dapat hidup memenuhi kebutuhannya dalam era abad 21.




Minggu, 01 Juni 2014

Perkuliahan Manajemen Pemasaran 26 Mei 2014 "Perilaku Konsumen"

Perilaku Konsumen

Perilaku merupakan proses pengambilan keputusan individu. Mengevaluasi, Memperoleh, Menggunakan suatu produk.

Perilaku konsumen merupakan tindak-tindak yang dilakukan oleh individu, kelompok.organisasi yang berhubungan dengan proses pengmabilan keputusan dalam mendapatkan suatu produk.

kebutuhan konsumen :
kebutuhan konsumen akan suatu produk akan menciptakan perilaku konsumen.

kebutuhan menurut  Abraham Maslow:
- Fisiologis
- Rasa Aman
- Merasa Memiliki
- Harga diri
- Pengaktualisasikan diri

Kebutuhan menurut David McCleland terdapat tiga macam kebutuhan manusia:
- Need for Achievement
- Need for Affiliation
- Need of Power

Motif
Motif adalah sesuatu yang menjadikan dasar sesuatu.
William J. Sianton:
Motif dan motivasi adalah kebutuhan yang distimulus yang dicari oleh individu yang berorientasi pada rujukan untuk mencapai rasa puas.

Stan Ford:
Motivasi adalah suatu kondisi yang  menggerakan manusia ke arah sesuatu tujuan tertentu.

perilaku yang mempengaruhi perilaku konsumen:
- kekuatan sosial budaya
- kekuatan faktor psikologis
- kekuatan sikap dan keyakinan
- konsep diri

Minggu, 25 Mei 2014

Analisi Bauran Promosi “Wardah”



Analisi Bauran Promosi
“Wardah”
Shefanny Nur Layla
1445121181
MP A 2012

A.     Tentang Produk
“Wardah adalah perusahaan kosmetik Indonesia. seluruh produknya yang berjumlah 200 macam telah mendapat sertifikasi halal, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Penjualan yang dimulai sejak tahun 1995 melalui door to door ini kemudian telah berkembang menjadi 1500 outlet yang tersebar di Department Store dan Pusat perbelanjaan lengkap dengan konsultan kecantikannya.” (Asahi Shimbun, 2011)

Di Indonesia, produk kosmetik pertama yang menampilkan iconnya seorang perempuan berjilbab adalah Wardah. Pertama kali dicetuskan oleh Ibu Nurhayati, seorang pendiri PT Pusaka Tradisi Ibu (PTI) yang pernah bekerja di perusahaankosmetik asing. Ibu  kelahiran Padang Panjang tahun 1950 ini awalnya hanya memulai usahanya dengan produksi rumahan berupa shampoo berlabel “Putri” dengan pemasaran door-to-door ke salon-salon pada tahun 1985. Alhamdulillah produknya dapat diterima oleh masyarakat.
PT Paragon Technology and Innovation berdiri pada tanggal 28 Februari 1985 dengan nama awal PT Pusaka Tradisi Ibu. Perusahaan ini baru berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation pada tahun 2011. Perusahaan ini didirikan oleh pasangan suami istri Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt. Pada masa itu, pendiri melihat masih ada peluang yang terbuka. Perusahaan ini dimulai dengan sederhana namun sudah diusahakan dengan tata cara yang baik. PT Pusaka Tradisi Ibu (PTI) pada awal berdirinya hanya memproduksi perawatan rambut. Pada tahun 1987, perusahaan ini mengeluarkan produk perawatan rambut dengan merk Ega yang dipasarkan ke salon-salon. Kemudian lahir produk Putri yang sampai sekarang masih diproduksi.

Ide untuk membuat kosmetik khusus untuk komunitas muslimah baru muncul sepuluh tahun kemudian. Berawal dari kekhawatiran produk yang telah ada mengandung unsur yang diharamkan dalam syariah. Sehingga alumnus farmasi ITB Bandung itu memilih nama “Wardah” (arti: bunga mawar) untuk nama merk kosmetik barunya.  Setelah produk Wardah sukses, diluncurkanlah merk kedua “Zahra”. Dan masih ada beberapa merk lagi yang akan diluncurkan, seperti Fadhila, Muntaz dan Kamila.

B.      Logo


C.      Produk
·         Aneka Cosmetic
·         Sabun
·         Sampo
·         Minyak wangi
D.      Analisis
1.       Periklanan
Wardah cosmetic merupakan cosmetic halal yang ada di Indonesia. Wardah diproduksi untuk memenuhi kebutuhan wanita muslim di Indonesia yang dimana Indonesia merupakan Negara yang memiliki iklim yang berbeda dengan Negara  di eropa menjadikan wanita muslim Indonesia membutuhkan kosmetik yang halal dan cocok untuk digunakan di daerah seperti di Indonesia. Menjawab kebutuhan ibu ibu Nurhayati membuat produk kosmetik yang halal yaitu wardah. Dalam memasarkan produknya awalnya menggunakan cara door to door.
Dengan label halal, produk ini menggunakan ambassador wanita yang berkerudung. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen di Indonesia  yang sebagian besar adalah muslimah, sehingga dengan strategi seperti itu dapat menarik konsumen untuk membeli produknya. Hal ini akan membuat produk ini laku keras di pasaran karena dengan label halalnya yang sangat dicari oleh wanita-wanita muslimah yang selama ini menggunakan kosmetik yang mencari produk yang aman dan halal.
Dalam periklanan produk ini menggunakan media elektronik, cetak dan online. Dapat kita lihat dalam keseharian iklan-iklan produk ini sangat sering muncul di media elektronik terutama televise dan produk ini banyak juga di majalah-majalah, wardah mempunyai website http://www.wardahbeauty.com/id/beauty-shop.html untuk memasarkan produknya.
Periklan produk ini sangat sukses menarik banyak pelanggan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya iklan produk ini di media elektronik dan menyebarnya produk kecantikan ini di daerah-daerah.
2.       Promosi penjualan
Promosi yang dilakukan oleh produk ini awalnya dengan menggunakan cara door to door yang bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui produknya lebih dekat,
Sekarang produk ini melakukan penjualan dengan cara reseller.
3.       Hubungan masyarakat
Untuk membangun hubungan dengan masyarakat, perusahaan ini melakukan beberapa kegiatan social dan beberapa kegiatan yang diikuti oleh beberapa perusahaan dan melakukan beberapa kerjasama dengan perusahaan lainnya.
4.       Personal selling
dengan ambassador yang berhijab menjadi nilai plus yang dimiliki oleh produk ini sehingga masyarakat juga berpengaruh untuk membeli. Dengan system reseller membuat yang menjual produk ini harus mempunyai cara mempromosikan produk kepada konsumen dengan baik.
E.       Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi saya mengenai produk ini adalah ketika saya tertarik dengan iklan yang ditayangkan di salah satu media elektronik. Iklan produk ini menggunakan artis berhijab untuk menjadi ambassadornya dan label halal pada produk tersebut,  hal ini sangat menarik perhatian saya sebagai seorang muslimah yang sedang mencari sabun muka yang halal dan cocok untuk kulit. Setelah melihat iklan tersebut mencoba untuk mencari produk tersebut. walaupun prosuk tersebut hanya dapat ditemukan dibeberapa tokoh saja. Tetapi sekarang produk ini lebih maju dengan mempunyai beberapa outlet dan penjual-penjual reseller yang membantu terjualnya produk ini.

Sumber:
http://luvjoy.blogdetik.com/2013/10/16/wardah-inspirasi-cantik-indonesia/
http://asihrahmawati1025.blogspot.com/2013/02/pt-paragon-technology-and-innovation_2575.html

Sabtu, 24 Mei 2014

Resume Perkuliahan Manajemen Pemasaran Senin, 18 Mei 2014

“Bauran Promosi”

Promosi adalah upaya menyampaikan pesan yang terkandung pada produk pemasaran ke konsumen/pelanggan.

Marketing harus dikomunikasikan secara baik kepada konsumen agar konsumen inginmembeli produk yang dijual oleh perusahaan.

Bauran merupakan beberapa cara untuk promosi. Dalam bauran yang sering dipake perusahaan dalam bauran adalah periklanan. Periklanan dapat dimuat di media cetak, online dan elektronik.

Dibawah ini merupakan cara untuk promosi :
1.       Periklanan
Dalam melakukan periklanan harus diperhatikan beberapa hal di bawah ini:
a.       Harus jelas tujuan
Dalam membuat iklan harus mempunyai tujuan. Tujuan untuk komunikasi, tujuan penjualan.
b.      Keputusan anggaran
Dalam membuat iklan juga harus memperhatikan anggaran yang akan dikeluarkan perusahaan untuk iklan ini. dalam memutuskan anggaran melalui pendekatan sesuai kemampuan penjualan, menyamai pesaing. Tujuan dan tugas anggaran tergantung media periklanannya juga.
c.       Apa yang disampaikan/pesan
Dalam membuat iklan juga menentukan strategi pesan yang akan disampaikan kepada konsumen, sehingga konsumen dapat menerima pesan yang disampaikan secara baik. Dalam membuat pesan harus memperhatikan isi, pemilihan huruf dan warna.
d.      Keputusan media
Dalam memilih media yang dipakai dapat didasari dengan jangkauan, frekuensi media yang akan dipilih. Media yang dapat dipilih adalah media elektronik, cetak dan online. Dalam memilih media juga harus memikirkan waktu dan kapan dapat diiklankan produknya.
e.      Evaluasi
Setelah periklanan dilakukan, perusahaan melakukan evaluasi. Mengevaluasi dampak komunikasi, dampak penjualan, dampak pesan, dampak pemilihan media.

                Dalam periklanan ada beberapa keputusan penting dalam periklanan, diantara lain:
a.       Menentukan tujuan iklan
Tujuan diadakannya iklan dapat berupa:

·         Member informasi
·         Membujuk
·         Mengingatkan
b.      Menetapkan Anggaran Periklanan
·         Pangsa pasar
·         Persaingan dan kesemrautan
·         Frekuensi periklanan
·         Derensiasi produk
c.       Strategi iklan
·         Pesan iklan yang akan disampaikan harus dapat memikat hati konsumen dan pesan dapat dicerna dengan baik pesan yang disampaikan.
·         Penyeklesian media, dalam periklanan media sangat penting sehingga media harus diseleksi dengan baik.
Langkah menyeleksian media:
·         Menentukan jangkauan frekuensi dan dampak
·         Tipe media utama
·         Wahana media
·         Waktu penayangan
·         Evaluasi periklanan
·         Mengorganisasikan periklanan
2.       Promosi penjualan
Insentif jangka pendek. Keputusan penting dalam promosi:
a.       Tujuan promosi
b.      Menyeleksi alat-alat promosi penjualan
c.       Menyusun program promosi penjualan
d.      Melaksanakan pra pengujian terhadap program promosi penjualan
e.      Melaksanakan dan mengendalikan program-program promosi penjualna
f.        Evaluasi hasil penjualan
3.       Hubungan Masyarakat (Public Relation)
Hubungan masyarakat merupakan membangun hubungan yang baik dengan berbagai public perusahaan.  Hubungan masyarakat ini dilakukan lebih untuk  membangun image.
Penting untuk mebangun hubungan masyarakat:
a.       Menetapkan tujuan hubungan masyarakat
b.      Memilih pesan dan wahana masyarakat
c.       Mengimpllementasikan rencana hubungan masyarakat
d.      Mengevaluasi hasil hubungan masyarakat
4.       Personal selling (penjualan pribadi)
Yang dimaksud dengan personal selling adalah dengan kekuatan pribadi penjual untuk mempengaruhi orang untuk membeli produk.